Ada yang sudah mengetahui tentang IQ, EQ dan SQ?
Atau mungkin kebanyakan ada yang hanya mengetahui tentang IQ?
Baiklah, jika ada yang belum mengetahui tentang ketiganya, maka di bawah ini ada serangkaian penjelasannya.
• Pengertian IQ
IQ adalah singkatan dari Intelligence Quotient yang merupakan suatu indikator untuk mengukur kecerdasan seseorang yang terbentuk dari proses pembelajaran dan pengalaman hidup.
IQ menggambarkan kemampuan seseorang dalam berpikir, mengingat, memahami, mengevaluasi, mengolah, menguasai lingkungan, dan bertindak secara terarah. Biasanya IQ juga memiliki kaitan yang erat dengan intelektual, logika, kemampuan menganalisis, pemecahan masalah matematis, dan strategis.
Selain itu, IQ memiliki keterkaitan dengan keterampilan berkomunikasi, merespons atau menanggapi hal-hal yang ada di sekitarnya, serta kemampuan mempelajari materi-materi bilangan, seperti matematika. Yang di mana IQ ini diasah dengan berpikir secara rasional.
• Sejarah IQ
IQ beserta konsep tesnya itu mulai ada dari sejak akhir abad ke-19, tepatnya pada tahun 1890-an yang diciptakan dan terpikirkan pertama kali oleh Francis Galton yang merupakan sepupu dari Charles Darwin yang dikenal sebagai Bapak Evolusi.
Francis Galton mengambil landasan dari teori Charles Darwin mengenai konsep survival individu dalam suatu spesies. Yaitu, teori mengenai cara bertahan hidup dari masing-masing orang karena keunggulan dari sifat-sifat tertentu yang dimiliki atau yang diturunkan dari orangtua.
Di mana Francis Galton pun dengan kemudian menyusun sebuah tes yang mengukur intelegensi manusia dari aspek kegesitan serta refleks otot-ototnya. Hingga di awal abad ke-20, Alfred Binet yang merupakan seorang psikolog dari Perancis mengembangkan alat ukur intelegensi manusia yang sekarang telah dipakai oleh banyak orang.
Sampai di tahun 1983, penelitian mengenai konsep tes intelegensi manusia ini lalu berlanjut oleh psikolog Harvard yang bernama Howard Gardner. Ia menyebutkan, bahwa kecerdasan manusia bukan merupakan sebuah konsep tunggal atau bersifat umum. Menurutnya, kecerdasan tersebut merupakan beberapa set kemampuan yang spesifik dan berjumlah lebih dari satu. Semua itu merupakan fungsi dari bagian-bagian dari otak yang terpisah dan merupakan hasil dari evolusi manusia selama jutaan tahun.
Dan seiring perkembangan zaman, orang-orang akhirnya mulai sadar akan pentingnya intelegensi dan pengetesannya. Banyak para ahli psikologi yang mulai meneliti sekaligus membuat berbagai hipotesis tentang kecerdasan serta muncul lah perbedaan pendapat dengan masing-masing bukti yang dianggap kuat oleh masing-masing pihak. Ada yang menganggap bahwa, kecerdasan adalah konsep tunggal yang dinamakan Faktor G (General Intelligence). Ada juga yang menganggap kecerdasan itu pada intinya terbagi jadi dua macam set kemampuan, yaitu fluid (Gf) dan crystallized (Gc).
Sementara itu faktor lain yang turut andil dan memiliki peran besar dalam membentuk kecerdasan seseorang, yakni faktor genetik. Teori ini yang dimaksud oleh Francis Galton. Maka umumnya, tingkat IQ seseorang tidak jauh berbeda dengan saat mereka masih kecil hingga dewasa. Namun, tidak menutup kemungkinan pula adanya hal-hal lain yang mempengaruhi tingkat kecerdasan intelektual seseorang, misalnya seperti lingkungan dan ilmu pengetahuan yang didapat selama proses akademik.
• Jenis-jenis IQ
Untuk jenis-jenis IQ, mengutip dari Very Well Mind menurut Howard Gardner, IQ memiliki sembilan jenis. Berikut kesembilan jenis-jenis dari IQ, di antaranya :
- Kecerdasan linguistik (verbal-linguistic)
- Kecerdasan matematik atau logika (logical-mathematical)
- Kecerdasan spasial (visual-spatial)
- Kecerdasan kinetik dan jasmani (bodily-kinesthetic)
- Kecerdasan musikal (music-rhythmic and harmonic)
- Kecerdasan interpersonal (interpersonal)
- Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal)
- Kecerdasan naturalis (naturalistic)
- Kecerdasan eksistensial (existential)
• Pengertian EQ
EQ adalah singkatan dari Emotional Quotient yang merupakan suatu indikator untuk mengukur kecerdasan emosional yang terbentuk oleh atau berkaitan dengan karakter.
EQ menggambarkan kemampuan seseorang dalam mengontrol perasaan, mengenali perasaan orang lain, adaptasi, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan juga komitmen. Selain itu, EQ memiliki kaitan dengan kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, dan mengontrol emosi dirinya serta emosi terhadap orang-orang di sekitarnya.
Lantas seseorang yang tidak memiliki EQ yang baik, tidak akan bisa mengontrol amarah, kurang terbuka, sulit bekerja sama dengan orang lain, mudah curiga, susah memaafkan, hingga tidak bisa berempati, dan lain sebagainya.
• Sejarah EQ
EQ berserta konsepnya diciptakan pertama kali oleh Keith Beasly yang dimuat dalam tulisannya di artikel Mensa pada tahun 1987. Akan tetapi, istilah EQ ciptaanya baru mendunia setelah Daniel Goleman menerbitkan bukunya pada tahun 1995 yang berjudul “Emotional Intelligence – Why it can matter more than IQ”.
Walaupun buku Daniel Goleman dianggap bukan sebagai buku akademik, konsep EQ yang disusun olehnya dan telah diubah namanya menjadi EI, membuat para ahli psikologi lagi-lagi berlomba membuat penelitian tentang hal ini. Lalu, alasan Daniel Goleman mengubah istilah EQ menjadi EI karena lebih tepat penggunaannya untuk menjelaskan konsep kecerdasan emosional yang dimaksud.
Namun meskipun konsep EQ ini sudah diterima di kalangan umum, rupanya masih banyak ilmuwan dan praktisi psikologis yang tetap skeptis dengan konsep kecerdasan emosional, di mana mereka sering sekali mengkritik cara pengetesannya. Pasalnya, seorang ahli atau ilmuwan tentu saja harus bekerja berdasarkan bukti serta harus didukung dengan pengukuran yang akurat ketika membuat suatu hipotesis.
• Jenis-jenis EQ
Untuk jenis-jenis EQ, mengutip menurut Daniel Goleman, EQ memiliki lima jenis. Berikut kelima jenis-jenis dari EQ, di antaranya :
- Kesadaran diri
- Kontrol diri
- Kemampuan sosial
- Empati
- Motivasi
• Pengertian SQ
SQ adalah singkatan dari Spiritual Quotient yang merupakan suatu indikator untuk mengukur kecerdasan jiwa yang terbentuk dari langkah-langkah serta pemikiran yang bersifat fitrah dan alamiah menuju pada tujuan menjadi manusia seutuhnya sesuai dengan kepercayaan atau agamanya.
SQ menggambarkan kemampuan seseorang dalam sikap jujur, adil, menghargai, kasih sayang, toleransi, empati, rendah hati, sikap ramah, dan sebagainya. Selain itu, SQ juga berarti kemampuan seseorang untuk mengerti dan memberi makna terhadap apa yang dihadapinya dalam kehidupan atau lebih tepatnya terhadap nilai-nilai kehidupan.
Secara singkat, SQ ini merupakan sumber bimbingan atau arahan bagi kecerdasan lain, yakni IQ dan EQ.
Untuk sejarah, SQ ini tergantung pada kepercayaan atau agama yang dianut oleh masing-masing.
Sedangkan untuk jenis-jenisnya, SQ ini bisa diperdalam melalui kegiatan dan aktivitas menurut kepercayaan atau keagamaan.
Nah, itu lah penjelasan tentang IQ, EQ, dan SQ. Ketiga jenis kecerdasan ini sangat penting untuk kehidupan manusia, dan harus diusahakan ketiganya ada pada diri kita dengan nilai yang tinggi.