Hubungan beracun atau biasa dikenal dengan sebutan toxic relationship adalah sebuah hubungan yang tidak sehat, di mana dampaknya salah satu pihak akan menjadi rugi atau tidak aman, baik secara fisik maupun mental. Lebih tepatnya, seseorang tersebut akan berdampak merasa tidak didukung, tidak dipahami, diperlakukan tidak adil, direndahkan, serta diserang untuk dijadikan sasaran amarah. Lalu kemudian akan berakhir gelisah, cemas, ketakutan, stress, dan depresi.
Namun hubungan ini bisa saja terjadi dalam lingkup hubungan apa saja, tidak hanya dalam lingkup hubungan percintaan saja, melainkan bisa juga dalam lingkup hubungan keluarga, hubungan pertemanan dan maupun hubungan-hubungan yang lainnya.
Lantas untuk lebih jelasnya, berikut ada tujuh ciri-ciri yang paling kentara dari hubungan beracun. Di antaranya :
1. Komunikasi Yang Buruk
Biasanya komunikasi yang terjadi bersifat sarkasme, kritikan, dan perdebatan sehingga akan berujung pada pertengkaran. Selain itu, komunikasi yang tidak jujur atau tidak terbuka juga termasuk. Dari komunikasi yang seperti ini pula, biasanya akhirnya akan menjadi timbul rasa sakit hati, ketidakbahagiaan yang kurang disadari, hingga kecewa.
2. Tidak Memberi Dukungan
Pemberian dukungan yang disertai oleh kata-kata penyemangat dan pujian ketika sedang berjuang atau berusaha mencapai sesuatu atau berhasil mencapai sesuatu itu biasanya ada pada sebuah hubungan, tetapi ini alih-alih mendukung, yang ada justru akan dianggap sebagai kompetisi serta saingan. Kemudian, ada yang akhirnya menjadi diam-diam menyimpan rasa dendam.
3. Rasa Cemburu Yang Berlebihan
Rasa cemburu yang berlebihan di sini bahkan dinilai tidak masuk akal dan keterlaluan. Tidak hanya itu, rasa cemburunya juga biasanya disertai dengan rasa begitu mudah curiga, sehingga berujung menimbulkan ketidaknyamanan. Rasa cemburu serta rasa curiga dalam sebuah hubungan itu memang wajar, tetapi jika terlalu besar maka perlahan akan muncul rasa terkekang dan seperti tidak diberi rasa kepercayaan.
4. Memegang Kendali Yang Tinggi
Kendali tinggi untuk mengatur-atur, memerintah sesuatu sesuai kehendak atau semacam selalu mengontrol setiap keputusan dan pilihan yang akan diambil, pada akhirnya akan mengakibatkan rasa tertekan seolah benar-benar berada di bawah kendali. Bahkan, dampaknya akhirnya akan pula menjadi sulit untuk kembali menjadi diri sendiri alias menjadi tidak lagi percaya diri. Sekaligus, akan mengancam pula terhadap keutuhan hubungan.
5. Mengabaikan Kebutuhan Diri Sendiri
Selain karena sudah telanjur memiliki perasaan sayang atau cinta, dengan adanya perasaan ingin selalu fokus terhadap kebahagiaan sepihak, serta ditambah karena seakan-akan memiliki tuntutan untuk bertanggung jawab terhadap kebutuhan kehidupan sepihak, maka hal tersebut pun akan memunculkan aksi pengabaian terhadap kebutuhan diri sendiri. Di mana tentu saja seharusnya, mengutamakan kebutuhan diri sendiri adalah yang terpenting.
6. Adanya Ketidakjujuran Yang Disengaja
Dalam sebuah hubungan, kejujuran itu sangatlah berharga. Biasanya untuk menyembunyikan rahasia atau fakta yang sebenarnya, aksi berbohong pun akan dilakukan dengan sebaik mungkin. Selain itu, sifat egois, sifat tertutup serta sifat licik juga turut menjadi pendukung. Lalu jika apa yang disembunyikannya itu lambat laun terungkap, kemarahan akan meluap bahkan juga akan sampai bertindak memutarbalikkan fakta dan hobi melempar kesalahan.
7. Melibatkan Kekerasan Fisik
Jika sudah melibatkan kekerasan fisik, maka ini sudah bersifat sangat berbahaya dan tidak bisa ditolerir. Kekerasan fisik yang dimaksud adalah seperti memukul, menampar, mencubit, dan lain sebagainya yang bersifat menyakiti fisik hingga mengakibatkan luka. Bahkan tanpa kemarahan sekalipun atau tanpa sesuatu yang membuat emosional tersulut pun, misalnya hanya beralasan untuk sekadar bercanda serta dianggap sepele, kekerasan fisik akan digunakan. Dan jika kekerasan fisik sudah terlibat, luka-luka itu tidak akan hanya akan terjadi pada fisik, melainkan akan berujung juga pada luka mental.
Kemudian bagaimana jika sudah menyadari bahwasannya terjebak menjalani hubungan beracun?
Ya caranya dengan memperbaiki agar hubungan menjadi tidak lagi beracun, tetapi apabila sudah benar-benar hubungannya beracun sangat parah ya caranya harus segera tegas dan jangan ragu untuk memutuskan saja hubungan. Walaupun pada beberapa kasus, hal tersebut biasanya tidak mudah untuk dilakukan.
Berikut ada beberapa cara untuk memperbaiki hubungan yang beracun yang terbagi dalam dua versi. Yakni:
• Versi Pertama
(dilakukan oleh salah satu pihak)
- Setelah menyadari atau mengakui hubungan yang tengah dijalani termasuk beracun, maka segera evaluasi kembali hubungan dengan menanyakan beberapa hal pada diri sendiri.
- Bersikap asertif atau terbuka dengan cara mengkomunikasikan perasaan dengan sejujur-jujurnya secara tegas.
- Jika sudah dikomunikasikan, selanjutnya kurangi ekspektasi dan fokus pada diri sendiri dengan cara melakukan hal-hal yang membuatmu lebih relaks, misalnya yoga, meditasi atau perawatan.
- Lalu terakhir, jaga jarak atau batasi jarak selama hubungan masih terasa beracun dan beralihlah dengan bergaul bersama orang-orang baru atau orang-orang lain yang dapat membawa kembali pada jati diri yang semula.
• Versi Kedua
(dilakukan oleh kedua belah pihak)
- Mau berubah
- Saling Memahami
- Terbuka dan jujur
- Bersikap dewasa akan masalah
- Terapi
Nah, itulah perihal hubungan beracun.
Yah, intinya siapa pun kita. Jangan sampai kita terus terjebak dan membiarkan diri untuk memiliki hubungan beracun dengan seseorang, ya.
“kamu diperbolehkan untuk mengakhiri hubungan beracun. kamu diizinkan untuk menjauh dari orang-orang yang menyakitimu. kamu tidak berutang penjelasan kepada siapa pun untuk menjaga diri sendiri"