Aurora merupakan sebutan untuk cahaya kutub. Cahaya yang biasanya tampak ada di langit daerah kutub yang selalu membentuk semacam kilatan berwarna warni dengan sangat indah.
Atau lebih jelasnya, dilansir dari National Geographic, bahwa aurora adalah sebuah fenomena alam di mana cahaya berwarna biru, merah, kuning, hijau serta oranye bersatu membentuk sinar yang berubah-ubah di langit.
Dan lantas Aurora juga ada dua jenis.
Yakni, Aurora Borealis dan Aurora Australis.
Aurora Borealis yaitu aurora yang berada di utara, yang terlihat hampir di setiap malam di wilayah utara dekat lingkar Arktik, sekitar 66,5 derajat dari utara garis khatulistiwa.
Sedangkan, untuk Aurora Australis yaitu aurora yang berada di selatan, yang terlihat hampir di setiap malam di wilayah selatan dekat lingkar Antartik, sekitar 66,5 derajat selatan garis khatulistiwa.
Lalu, bagaimana proses terbentuknya fenomena aurora?
Aurora terbentuk ketika partikel-partikel dari matahari menabrak atmosfer bumi, sehingga menyebabkan terjadinya reaksi kimia yang menghasilkan cahaya.
Yang lebih tepatnya, rinciannya seperti ini.
- Partikel-partikel dari matahari melewati atmosfer bumi, lalu bertabrakan dengan gas-gas yang berada di atmosfer bumi. Partikel ini disebut sebagai partikel sinar kosmis.
- Partikel sinar kosmis yang bertabrakan dengan gas-gas yang berada di atmosfer bumi kemudian akan menimbulkan reaksi kimia yang menghasilkan cahaya.
- Selanjutnya, cahaya yang dihasilkan oleh reaksi kimia tersebut akan memancarkan warna-warna indah seperti warna-warna yang sudah disebutkan di atas.
- Dan ketika cahaya tersebut memancarkan warna-warna indah, maka akan terbentuk lah aurora.
Selain proses terbentuknya, ada pula beberapa hal yang menjadi penyebab terbentuknya aurora, yang dipengaruhi oleh tiga faktor berikut ini :
1. Bintik Matahari
Bintik matahari adalah area gelap dan area dingin pada permukaan matahari. Bintik matahari atau fotosfer ini merupakan fenomena unik matahari yang berukuran 50.000 km akibat adanya interaksi medan magnet matahari yang tidak sempurna.
2. Proton dan Elektron
Proton dan Elektron adalah unsur-unsur tunggal pembentuk atom. Atom terdiri atas proton pada bagian intinya, sedangkan elektron pada bagian terluar.
3. Kutub Medan Magnet
Kutub medan magnet merupakan pusat medan magnet bumi, yang ketika partikel masuk dan terjebak di sabuk radiasi Van Allen, maka partikel tersebut akan terbawa angin menuju kutub medan magnet bumi.
Kemudian, kenapa warna aurora bisa bervariasi dan beragam?
Menurut sains, yang masih dilansir dari National Geographic, bahwa jika ion menyerang atom yang tinggi di atmosfer, maka interaksi mereka akan menghasilkan cahaya berwarna merah. Cahaya aurora berwarna merah merupakan hal yang tidak biasa, karena warna aurora yang paling dikenal adalah warna hijau dan kuning yang di mana warna hijau dan kuning terjadi saat ion menyerang oksigen di ketinggian yang lebih rendah. Sementara itu, untuk warna kemerahan dan kebiruan yang sering muncul di bagian bawah aurora, merupakan hasil tabrakan ion dengan atom nitrogen. Ion yang menabrak atom hidrogen, serta helium nantinya akan menghasilkan aurora dengan warna biru dan ungu, meskipun mata manusia seringkali tidak dapat mendeteksi bagian spektrum elektromagnetik ini.
Nah, setelah mengetahui sedikit tentang fenomena alam aurora, menurut kamu aurora ini tampak sangat indah, bukan?